Konflik Venezuela–AS Memanas, APUDSI Ingatkan Ancaman ke Ekonomi Desa Indonesia
- Redaksi
- Minggu, 04 Januari 2026 20:56
- 52 Lihat
- Berita Umum
Jakarta, Media Budaya Indonesia. Com -Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) menyatakan sikap resmi terkait perkembangan situasi geopolitik global yang melibatkan Venezuela dan Amerika Serikat. Ketua Umum APUDSI, Maulidan Isbar, menegaskan bahwa dinamika global tersebut berpotensi memberi dampak langsung terhadap perekonomian nasional, khususnya ekonomi desa.Minggu (4/1/2026)
APUDSI menilai ketegangan geopolitik ini tidak dapat dipandang semata sebagai isu politik internasional. Menurut Maulidan, peristiwa tersebut berkaitan erat dengan stabilitas harga energi dunia, biaya logistik, serta kelancaran rantai pasok global yang selama ini menjadi penopang aktivitas ekonomi desa di Indonesia.
“Dalam dunia yang saling terhubung, tidak ada peristiwa besar yang benar-benar berdiri sendiri. Gejolak di sektor energi global pada akhirnya akan dirasakan hingga ke desa, ke usaha kecil, koperasi, BUMDes, dan pelaku ekonomi rakyat,” ujar Maulidan Isbar.
APUDSI mencatat bahwa sebelum ketegangan ini terjadi, kondisi perekonomian global sejatinya telah berada dalam fase rentan. Pasar energi dunia masih dibayangi sensitivitas tinggi terhadap risiko geopolitik, meski terdapat potensi pasokan yang secara teori mencukupi. Venezuela, sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, dinilai memiliki posisi strategis, namun belum mampu memaksimalkan potensinya akibat persoalan struktural dan politik yang berkepanjangan.
Maulidan menekankan bahwa perubahan harga energi global akan berdampak langsung pada struktur biaya logistik nasional. Kenaikan ongkos transportasi dan distribusi, kata dia, berisiko menekan margin usaha pelaku ekonomi desa yang selama ini beroperasi dengan ruang kesalahan yang terbatas.
Di tengah derasnya arus informasi terkait konflik global tersebut, APUDSI juga mengingatkan maraknya narasi yang tidak terverifikasi. Menurut organisasi ini, keputusan yang diambil berdasarkan emosi, hoaks, atau potongan informasi berisiko memperbesar dampak negatif, baik bagi dunia usaha maupun stabilitas sosial.
“APUDSI mengajak seluruh pelaku usaha desa untuk bersikap tenang, rasional, dan berbasis data. Ketegasan harus lahir dari pemahaman yang utuh, bukan dari provokasi,” tegas Maulidan.
Ke depan, APUDSI menilai dampak terhadap ekonomi desa akan sangat bergantung pada arah perkembangan situasi global. Jika ketegangan mereda, gejolak harga energi diperkirakan bersifat sementara. Namun apabila ketidakpastian berkepanjangan, tekanan terhadap biaya logistik dan daya beli masyarakat desa dinilai tak terelakkan.
Menutup pernyataannya, Maulidan Isbar menegaskan komitmen APUDSI untuk terus menjalankan fungsi penerangan ekonomi bagi pelaku usaha desa. Ia menyatakan bahwa ketahanan ekonomi nasional berakar dari desa, sehingga pembacaan global yang jernih dan bertanggung jawab menjadi kebutuhan mendesak.
“Pelaku usaha desa Indonesia mampu bersikap dewasa secara ekonomi dan bermartabat secara kemanusiaan. APUDSI akan berdiri bersama mereka, menjaga keberlanjutan ekonomi lokal sebagai fondasi ketahanan nasional,” pungkasnya.
(***)