TNI AD dan Warga Bahu-membahu Bersihkan Rumah dan Pondok Bersalin Terdampak Bencana Banjir
- Redaksi
- Minggu, 04 Januari 2026 19:28
- 23 Lihat
- TNI
Jakarta, Media Budaya Indonesia. Com -Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Desa Mancang, Aceh Utara, mulai dibersihkan dari sisa lumpur dan material sampah akibat banjir dan longsor. Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Yonif TP 857/GG bersama personel Kodim 0102/Pidie Jaya bahu-membahu membersihkan fasilitas layanan kesehatan publik ini agar bisa kembali beroperasi optimal.
Di bagian dalam ruangan, terdapat sisa lumpur dan batu yang sudah mengeras bahkan hingga berwarna kehitaman. Sasaran pembersihan meliputi ruangan Polindes yang terdampak lumpur, halaman sekitar bangunan, serta saluran drainase demi mempercepat pemulihan fungsi fasilitas kesehatan.
Dikutip dari akun Instagram Batalyon TP 857 @yoniftp_857_, kegiatan tersebut dipimpin oleh Letda Inf Rico Jerianto dengan melibatkan 10 orang personel Yonif TP 857/GG, bersinergi dengan personel Kodim 0102/Pidie Jaya.
Para personel bahu-membahu mengangkat lumpur, membersihkan lantai dan dinding, dan menata kembali lingkungan Polindes agar dapat segera difungsikan. Harapannya, warga bisa kembali mengakses layanan kesehatan di Polindes.
Selain itu, sebagian rumah warga di Aceh Utara juga terus dibersihkan oleh para anggota TNI AD. Sisa-sisa lumpur dibersihkan dengan sekop.
Kemudian, menyambut semester baru, sejak Sabtu (3/1) personel TNI membersihkan MIN 29 Aceh Utara, MIN 21 Aceh Utara, SMAN 1 Baktiya, SMPN 1 Lapang, SDN 19 Jambo Aye, TK Pelangi, dan SDN 7 Kuala Simpang.
Berikutnya, TK Quratul Aqyun, PAUD Nurul Ikhlas, SDN Grong-Grong, SDN Ketibung, Pondok Dayah Asasul Huda, dan SDN 8 Meureudu. Lalu, MIN 2 Meurah Dua, MTs Meurah Dua, SMPN 5 Kejuruan Muda, SDN Simpang Kiri, TK Al Fatih, dan MIS Al Amin.
Para personel membersihkan baik bagian dalam maupun luar gedung sekolah. Lumpur-lumpur yang masih tersisa dan sudah mengeras disiram dengan air. Tumpukan material sampah yang terbawa banjir dan longsor pun dibersihkan.
Di SDN 7 Kuala Simpang, tampak proses pembersihan sudah signifikan. Lantai kelas sudah bersih dari lumpur, rak-rak juga mulai ditata. Sementara itu, di MIN 2 Meurah Dua, lumpur masih terlihat menumpuk di halaman sekolah, bangku-bangku juga masih ada di luar kelas. Alat berat berupa ekskavator bahkan diturunkan ke MIN 2 Meurah Dua.
(***)