Dugaan Pungli Mencuat di Kawasan Danau Sunter, Pengunjung Keluhkan PKL Tak Tertata
- Redaksi
- Kamis, 08 Januari 2026 13:52
- 42 Lihat
- Berita Umum
Jakarta Utara, Media Budaya Indonesia. Com -Kawasan Danau Sunter, salah satu ikon wisata rakyat dan ruang terbuka publik di Jakarta Utara, kembali menjadi perhatian masyarakat. Di tengah ramainya aktivitas pengunjung dan melihat ekonomi warga, muncul dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dikaitkan dengan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan tersebut, Kamis (8/1/2026).
Danau Sunter selama ini dikenal sebagai destinasi favorit warga untuk berolahraga dan bersantai bersama keluarga. Beragam kuliner ditawarkan oleh para PKL yang berjejer di sepanjang area danau. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, jumlah pedagang dinilai terus bertambah dan belum tertata secara optimal.
Seorang pengunjung Danau Sunter yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sejumlah pedagang mengaku harus menyetorkan sejumlah uang secara rutin agar dapat tetap berjualan di lokasi Danau Sunter.
Informasi tersebut memunculkan dugaan adanya praktik pungli yang diduga dilakukan oleh oknum tertentu dengan memanfaatkan lemahnya pengawasan di kawasan wisata tersebut.
“Kalau benar ada setoran, tentu ini merugikan pedagang kecil dan harusnya pedagang ditata biar tidak semerawut. Danau Sunter seharusnya menjadi ruang publik yang tertib dan nyaman,” ujarnya.
Pengunjung tersebut juga menyoroti kondisi lintasan jogging yang kini dikelilingi lapak PKL, lengkap dengan alas duduk yang memakan ruang publik.
“Untuk olahraga saja sekarang terasa terganggu. Seolah-olah area danau ini milik pedagang. Padahal saya melihat ada aparat, tapi terkesan ada pembiaran,” tambahnya.
Selain dugaan pungli, keberadaan PKL yang tidak tertata juga berpotensi menimbulkan persoalan lain, seperti kemacetan, penumpukan sampah, serta terlihat kumuh di kawasan wisata ini.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara bersama instansi terkait segera melakukan penataan secara menyeluruh.
Penertiban PKL diharapkan dilakukan secara adil dan humanis, sementara dugaan pungli diminta untuk ditelusuri dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Publik menantikan langkah konkret agar Danau Sunter kembali menjadi ruang publik yang tertib, aman, dan bebas dari praktik ilegal.
(NK)