TKA SMP Digelar, Siswa Berkebutuhan Khusus Ikuti Ujian dengan Semangat dan Percaya Diri

  • Redaksi
  • Rabu, 08 April 2026 22:39
  • 14 Lihat
  • Nasional

JAKARTA,  Media Budaya Indonesia. Com -Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Senin (6/4/2026) sebagai kelanjutan dari kebijakan pemetaan akademik yang telah diterapkan pada jenjang pendidikan menengah tahun lalu. Kali ini, TKA diperuntukkan bagi siswa SMP/MTs/sederajat, termasuk peserta didik di jenjang SMP Luar Biasa (SMPLB).

Pelaksanaan TKA di berbagai daerah menunjukkan semangat belajar yang tinggi, termasuk dari siswa berkebutuhan khusus.

Di SLBN Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, suasana ujian berlangsung hangat dan penuh harapan. Sejak pagi, para siswa telah bersiap mengikuti ujian meski dengan berbagai keterbatasan.

“Siswa kami miliki tekad dan semangat yang luar biasa untuk mencoba dan belajar mengikuti tes ini,” kata Kepala SLBN Pandaan, Iva Evry Robiyansah.

Di sekolah tersebut, sebanyak enam siswa SMPLB yang merupakan penyandang tunarungu mengikuti TKA.

Sementara itu, di SLBN Semarang, Jawa Tengah, pelaksanaan ujian berlangsung santai namun tetap fokus. Para siswa tampak mengerjakan soal dengan suasana rileks tanpa tekanan berlebih.

“Kebetulan siswa kami yang mengikuti TKA hanya ada tiga, yakni dua siswa tunarungu dan satu adalah siswa tunanetra,” kata Kepala SLBN Semarang, Sri Sugiarti.

Sri menambahkan, para siswa telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya sehingga lebih siap menghadapi soal-soal yang diberikan.Antusiasme serupa juga terlihat di SLBN Halmahera Barat. Bahkan, seorang siswa tunagrahita yang tidak diwajibkan mengikuti TKA justru menunjukkan keinginan kuat untuk berpartisipasi.

“Ada siswa kami yang tunagrahita kan sebenarnya boleh tidak mengikuti TKA, tapi dia ingin tetap ikut,” kata Kepala SLBN Halmahera Barat, Ismawati Muhammad.
Di sekolah tersebut, total sembilan siswa SMPLB mengikuti TKA.

Pihak sekolah juga memberikan pelatihan dasar penggunaan perangkat komputer serta membentuk tim pendamping untuk membantu siswa sebelum ujian berlangsung.
Pengalaman mengikuti TKA juga dirasakan oleh Raka Aditomo Subagyo, siswa tunanetra dari SLBN Pembina Tingkat Nasional Jakarta. Ia mengaku optimistis dapat menyelesaikan soal ujian dengan baik.
“Kalau saya optimis karena soal-soal yang tadi keluar sudah kami pelajari selama ini,” kata Raka.

Raka menuturkan, persiapan intensif yang dilakukan sekolah dalam beberapa pekan terakhir membuatnya tidak mengalami banyak kesulitan. Meski demikian, ia mengakui soal berbasis gambar menjadi tantangan tersendiri.

“Kami juga dibantu dengan guru pendamping yang membantu kami memahami soal-soal terutama soal-soal yang terkait gambar,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan penggunaan perangkat pendukung seperti headset yang terhubung dengan screen reader sangat membantu selama ujian berlangsung.

"Selain untuk mendengarkan, headset ini juga membuat kami lebih fokus karena ruangan jadi tidak terasa berisik,” terang Raka.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat pemetaan akademik, tetapi juga akan menjadi salah satu komponen dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“Jadi, nantinya hasil dari TKA ini akan menjadi penilaian tersendiri dalam proses penerimaan murid baru. Kalau SMP berarti untuk masuk ke sekolah menengah,” kata Tatang.

Ia juga mengingatkan para siswa untuk mengerjakan soal dengan jujur dan penuh kesungguhan.
“Tidak perlu terlalu terbebani, tapi kerjakan soal dengan penuh kesungguhan,” ujar Tatang.

Sebagai informasi, pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP/MTs/sederajat dijadwalkan berlangsung selama dua pekan. Tes ini bertujuan menyediakan data objektif dan komprehensif mengenai capaian belajar siswa sebagai dasar perbaikan pembelajaran serta pengambilan kebijakan pendidikan berbasis data.

Menteri Pendidikan Perguruan Dasar # Media Budaya Indonesia. Com# Infopesisirnews. Id# Seputar Jakut. Com# InfoCyber. Id

Komentar

0 Komentar