Tarif Air Naik Mulai 1 Maret, IWO INDONESIA Kota Bekasi: Jangan Bebani Rakyat, Evaluasi Dirut PDAM Sekarang!

  • Redaksi
  • Kamis, 27 Februari 2025 23:34
  • 48 Lihat
  • Berita Umum

Bekasi, Media Budaya Indonesia.Com – Wacana kenaikan tarif dasar air bersih yang akan diberlakukan PDAM Tirta Patriot mulai 1 Maret 2025 memicu gelombang protes. Salah satu suara keras datang dari Ketua IWO INDONESIA Kota Bekasi, Nio Helen, yang menyebut kebijakan ini tidak peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang masih terpuruk.

Menurut Nio, kebijakan tersebut seperti menambah garam di luka warga. "Lihat kondisi ekonomi rakyat sekarang, apa ini momen yang tepat? Harusnya pemerintah hadir dengan kebijakan yang meringankan, bukan malah menaikkan beban," tegas Nio saat ditemui di Kantor Sekretariat IWO INDONESIA DPD Kota Bekasi, Kamis (27/2/2025).

Tak hanya soal timing yang dinilai buruk, Nio juga menyoroti kinerja PDAM Tirta Patriot yang selama ini kerap dikeluhkan pelanggan. Mulai dari air yang sering mati, kualitas air keruh, hingga tekanan air yang lemah. "Pelayanan dasar saja belum maksimal, kok tiba-tiba mau naik tarif? Ini logika yang terbalik," kritiknya.

Nio Helen juga mengingatkan, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Haris Bobihoe yang baru dilantik, agar tidak gegabah menyetujui kebijakan sensitif ini. Apalagi, keduanya sedang menjalani periode awal 100 Hari Kerja, di mana seharusnya fokus kepada evaluasi kinerja pejabat di bawahnya, termasuk Dirut PDAM Tirta Patriot.

"Jangan sampai muncul dugaan kalau Pemkot Bekasi 'main mata' dengan BUMD. Ingat, PDAM ini berdiri pakai uang rakyat. Jangan seenaknya bikin kebijakan sepihak," tegasnya.

Nada serupa juga datang dari Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi. Sardi menyatakan, kondisi pelayanan air bersih saat ini jauh dari kata layak untuk justifikasi kenaikan tarif. "Air sering mati, warnanya keruh, tekanannya kecil. Bukannya memperbaiki pelayanan, malah mau naik tarif. Ini sama saja mempermainkan rakyat," ucapnya geram.

Ia meminta Pemkot Bekasi dan PDAM Tirta Patriot untuk menunda bahkan membatalkan kenaikan tarif tersebut. Menurutnya, pemerintah harus lebih dahulu membuktikan peningkatan pelayanan yang nyata. "Jangan cuma jargon. Buktikan dulu air bersih benar-benar lancar, jernih, dan layak konsumsi. Baru bicara tarif," tegas Sardi.

Masyarakat pun berharap, janji kampanye Tri-Bobihoe yang menjanjikan keberpihakan pada rakyat kecil tidak sekadar jadi slogan kosong. "Baru dilantik, masa sudah begini? Jangan sampai rakyat kehilangan simpati," tutup Nio Helen.

 

(Denny/*Red)

PADM Bekasi # Media Budaya Indonesia.Com

Komentar

0 Komentar