Bergerak Bersama, Jembatan Darurat pun Tercipta
- Redaksi
- Senin, 02 Februari 2026 11:41
- 15 Lihat
- TNI
Aceh Tengah, Media Budaya Indonesia. Com - Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam pembangunan jembatan darurat di Desa Termiara, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah. Anggota Koramil 08/Silih Nara Kodim 0106/Aceh Tengah bersama personel Yonif TP 854/Dharma Kersaka dan warga setempat bergotong royong membangun jembatan sebagai solusi sementara untuk memulihkan akses penghubung antar dusun, Minggu (1/2/2026).
Jembatan darurat tersebut dibangun untuk membuka kembali akses vital antara Dusun IV dan Dusun III yang sebelumnya terputus akibat kerusakan jembatan. Jalur ini memiliki peran penting bagi aktivitas warga, mulai dari bekerja, bertani, hingga akses pendidikan dan mobilitas sosial sehari-hari.
Kegiatan gotong royong dipimpin oleh Lettu Hayat Nasution bersama Sertu Novri Ifindi, serta didukung penuh oleh _Reje_ (Kepala Desa) Termiara. Sejak awal pengerjaan, personel TNI dan masyarakat bahu-membahu menyiapkan material, membersihkan lokasi, hingga memasang konstruksi jembatan darurat secara bertahap.
Sertu Novri Ifindi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat di wilayah binaan. “Melalui kegiatan gotong royong ini, kami berharap akses masyarakat dapat kembali lancar. Selain itu, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan kepercayaan antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Lettu Hayat Nasution yang menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun desa, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana.
Sementara itu, Reje Desa Termiara menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI dalam membantu pembangunan jembatan darurat tersebut. Ia berharap jembatan ini dapat segera dimanfaatkan warga sembari menunggu pembangunan jembatan permanen dari pihak terkait. “Kami sangat bersyukur atas bantuan dan kepedulian TNI. Kehadiran mereka memberikan semangat bagi masyarakat untuk terus bergotong royong membangun desa,” ungkapnya.
Salah seorang warga Dusun IV, Hasan (45), juga mengaku sangat terbantu dengan hadirnya kembali akses penghubung antar dusun. “Kalau jembatan ini sudah bisa dilewati, kami tidak perlu memutar jauh lagi. Anak-anak juga lebih aman berangkat ke sekolah. Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga,” ujarnya.
Melalui gotong royong ini, pembangunan jembatan darurat tidak hanya menghadirkan solusi atas keterbatasan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai fondasi penting dalam membangun desa.
(Dispenad)