Prabowo Tak Rela BUMN Industri Pertahanan Dijual ke Asing: Kita Bangkitkan!

  • Redaksi
  • Jumat, 10 Juli 2026 19:37
  • 37 Lihat
  • Nasional

Lombok, Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan, dirinya tidak rela jika perusahaan-perusahaan milik negara jatuh ke tangan pihak asing. Karena itu, pemerintah terus berkomitmen memajukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satu yang utama yakni BUMN industri pertahanan.

"Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya mau dijual ke asing. Saya larang," kata Prabowo dalam seremoni peresmian Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7). 

Ia menyebut PT PAL Indonesia, PT Pindad, hingga PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sempat mau dijual ke pihak asing. Namun, di bawah kepemimpinannya, pemerintah terus berupaya memperbaiki tata kelola BUMN.

"Tadinya industri pertahanan mau dijual. PT PAL, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia mau dibunuh. Mau dijual. Kita bangkitkan. Sekarang akan kita bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu," ucapnya. 

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yaitu menggencarkan pemberantasan korupsi. Prabowo pun menyerukan komitmennya untuk membangkitkan industri pertahanan dalam negeri agar berdaya saing global.

"PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat," katanya. 

Adapun PT PAL telah memproduksi beberapa kapal-kapal pertahanan yang kualitasnya telah diakui, seperti Kapal Selam KRI Alugoro yang dirakit melalui transfer teknologi dengan Korea Selatan. Selain itu, ada juga Kapal Cepat Rudal 60 m KRI Sampari yang 100 persen diproduksi insinyur lokal.

Prabowo juga menyebut bahwa pasukan militer kerajaan Arab Saudi menjalin kerja sama pertahanan dengan PT Pindad. 

“Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi ini akan dibangun oleh PT Pindad. Senjata kita teruji,” tuturnya.

Beberapa prestasi di bidang pertahanan juga ditorehkan oleh Tentara Nasional  Indonesia (TNI). Prabowo menyebut TNI Angkatan Darat merebut juara umum di pertandingan menembak se-Asia Pasifik di Australia sebanyak 13 kali. 

Menurutnya, prestasi TNI di kancah global menjadi simbol bahwa ketika tata kelola sumber daya tidak dikorupsi, dipimpin oleh komando yang baik, dan difasilitasi dengan infrastruktur yang memadai, maka hasilnya akan selalu memuaskan. 

Presiden pun berharap industri pertahanan dalam negeri akan terus bangkit melalui tata kelola badan usaha yang transparan, bertanggung jawab dan selalu berpihak pada kepentingan rakyat.

Presiden Republik indonesia Prabowo # Media Budaya Indonesia. Com#Seputar Jakut. Com

Komentar

0 Komentar