Viral di Medsos Nenek Kehilangan 250 Juta Akibat Cinta Online, Pelaku Diduga Gunakan Foto Polisi
- Redaksi
- Selasa, 14 Juli 2026 12:57
- 87 Lihat
- Kriminal
Jakarta – Kasus penipuan berkedok asmara di dunia maya kembali memakan korban. Kali ini, seorang nenek dilaporkan kehilangan uang hingga Rp250 juta setelah menjalin hubungan dengan seseorang yang dikenalnya secara online dan mengaku sebagai anggota kepolisian, Selasa (14/7/2026).
Modus pelaku terbilang rapi. Dengan menggunakan foto seorang polisi sebagai identitas di media sosial, pelaku membangun hubungan emosional dengan korban selama berbulan-bulan. Setelah berhasil mendapatkan kepercayaan, pelaku mulai meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan, mulai dari biaya administrasi, kebutuhan mendesak, hingga janji akan datang menemui korban.
Korban yang sudah terlanjur percaya akhirnya beberapa kali mentransfer uang hingga total kerugian mencapai Rp250 juta. Namun, belakangan diketahui bahwa pria yang selama ini dianggap sebagai kekasih tersebut bukanlah anggota polisi, melainkan diduga hanya memanfaatkan foto polisi untuk melancarkan aksinya.
Fenomena penipuan cinta online atau love scamming seperti ini disebut semakin marak terjadi. Pelaku biasanya menyasar korban melalui media sosial, kemudian membangun kedekatan emosional sebelum meminta bantuan finansial.
Pakar keamanan digital mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal di dunia maya, terlebih jika mulai meminta uang dengan berbagai alasan. Verifikasi identitas menjadi langkah penting sebelum menjalin hubungan lebih jauh.
Dalam kasus seperti ini, pihak yang fotonya digunakan tanpa izin juga dapat menjadi korban penyalahgunaan identitas. Oleh karena itu, aparat penegak hukum diharapkan dapat menelusuri jejak digital pelaku, termasuk rekening penerima dana, nomor telepon, hingga akun media sosial yang digunakan.
Masyarakat yang mengalami kasus serupa diimbau untuk segera melapor dan tidak menghapus bukti percakapan, bukti transfer, foto, maupun data akun pelaku. Semakin cepat laporan dibuat, semakin besar peluang pelaku dapat dilacak dan diproses secara hukum.
Pesan untuk masyarakat:
"Jangan mudah terbuai rayuan di dunia maya. Cinta boleh dicari, tetapi kewaspadaan harus tetap menjadi prioritas agar tidak menjadi korban penipuan."
(Ahm)