Jaga Jakarta On The Spot Kapolres Metro Bekasi Kota di Bantar Gebang, Kupas Solusi Curanmor hingga Layanan SIM
- Redaksi
- Rabu, 15 Juli 2026 15:45
- 20 Lihat
- Polri
KOTA BEKASI, Polres Metro Bekasi Kota terus mengintensifkan pendekatan proaktif untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memperkuat stabilitas kamtibmas. Melalui program unggulan "Jakarta On The Spot" (Jakarta+), Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung menyapa warga di Jl. Kp Tengah, RT.002/RW.06, Kelurahan Bantar Gebang, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan interaktif ini dihadiri oleh Wakapolres AKBP Davis Busin Siswara, S.I.K., M.I.Kom., seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres, unsur Forkopimcam yang dipimpin Plt. Camat Bantar Gebang Dr. Achmad Shovie Adi Samabta Bhakti, M.E., Lurah Bantar Gebang Sowi Hidayatullah, serta aliansi mahasiswa dari Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus.
Dalam sesi dialog wicara, seorang warga bernama Pak Faiz mengungkapkan kekhawatirannya terkait maraknya sasar curanmor di lingkungannya. "Bulan ini saja sudah ada 3 kali aksi pencurian yang gagal di RW ini karena warga mulai waspada. Namun, kami mohon patroli kepolisian lebih ditingkatkan lagi," ujarnya.
Merespons hal tersebut, Kapolres Metro Bekasi Kota mengapresiasi kewaspadaan warga sekaligus memaparkan capaian jajarannya dalam Operasi Berantas Jaya se-Jabodetabek.
"Awal bulan ini kami di Polres Metro Bekasi Kota berhasil mengungkap sekitar 50 kasus kejahatan jalanan, termasuk para pelaku curanmor, curas, dan curat. Namun, penegakan hukum ini harus dibarengi pencegahan dari masyarakat. Sering kali petugas mendapati motor diparkir tanpa kunci stang di tempat minim cahaya. Ini memberi kesempatan bagi pelaku. Kami imbau warga pasang kunci ganda, pasang rantai, bahkan GPS untuk memudahkan pelacakan," tegas Kombes Pol. Kusumo.
Kapolres juga menambahkan bahwa setiap malam jajaran Polres dan Polsek Bantar Gebang rutin menggelar patroli skala besar. Dari patroli tersebut, petugas kerap menyita senjata tajam, kunci leter T, hingga linggis dari pihak-pihak yang mencurigakan.
Menanggapi keluhan Pak Say yang menyoroti banyaknya pos siskamling yang kosong dan meminta RT/RW kembali mendata jadwal ronda, Kapolres meminta agar pengurus lingkungan berkolaborasi dengan Karang Taruna untuk menghidupkan kembali Satkamling.
"Posnya sudah ada, tinggal kegiatannya diaktifkan lagi. Silakan diramaikan, kalau mau ronda sambil main catur atau domino untuk mengusir kantuk, boleh saja. Mau pasang televisi untuk nonton bola bersama juga bagus. Yang penting satu aturan tegas: tidak boleh ada judi dan taruhan uang! Kehadiran warga yang berjaga terbukti efektif membuat pelaku kejahatan berpikir dua kali," tambah Kapolres.
Warga juga diimbau untuk langsung memanfaatkan Call Center 110 yang bebas pulsa apabila melihat pergerakan mencurigakan pada malam hari.
Dialog semakin dinamis saat warga menanyakan kemudahan pembuatan SIM baru serta usulan agar pemohon yang terlambat memperpanjang SIM dibebaskan dari tes teori. Kapolres menjelaskan bahwa aturan perpanjangan SIM merupakan regulasi terpusat dari Korlantas Polri, namun aspirasi tersebut tetap akan ditampung dan disampaikan ke pimpinan pusat.
Sementara untuk meminimalisir kegagalan ujian SIM baru, Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia, S.I.K., M.Si., membagikan solusi konkret kepada masyarakat.
"Kami sudah meluncurkan program Minggu Latihan Praktek SIM. Silakan masyarakat datang dan manfaatkan program ini untuk latihan berkendara agar lebih mahir sebelum menghadapi ujian resmi. Kami juga mengimbau keras agar warga langsung masuk ke loket resmi Pelayanan SIM dan jangan mau diiming-imingi oleh orang di luar gedung," jelas Kompol Gefri.
Sebagai penutup komitmen pelayanan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian paket bantuan sosial (sembako) kepada warga serta elemen mahasiswa dari Cipayung Plus, disusul pemberian cinderamata kepada anak-anak di wilayah RW 010 Bantar Gebang. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif sebagai wujud nyata sinergi Polri, masyarakat, dan mahasiswa.
(NK)