πš‚πšŠπš—πšπšπšŠπš› πš‚πš’πš— π™»πšŠπš– π™±πšŠ π™±πšŠπšπšŠπšŸπš’πšŠ π™Έπš”πšžπš πšπšŠπš–πšŠπš’πš”πšŠπš— "𝚁𝚘𝚊𝚍 𝚝𝚘 π™ΌπšŽπš›πšŠπš‘ π™Ώπšžπšπš’πš‘" π™°πšœπšπš›πšŠπš‹πš’ πšˆπšŠπš—πš π™ΊπšŽ- 4

π™ΉπšŠπš”πšŠπš›πšπšŠ, π™ΌπšŽπšπš’πšŠ π™±πšžπšπšŠπš’πšŠ π™Έπš—πšπš˜πš—πšŽπšœπš’πšŠ.πšŒπš˜πš– - Guna menjaga Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang ditetapkan Unesco. Asosiasi Pencak Silat Tradisi Betawi (Astrabi) Jakarta Utara menggelar kejuaraan pencak silat tahunan yang bertemakan "Road to Merah Putih" yang ke-4.  

Acara yang berlangsung di Gedung PPSB AKI TIREM, Minggu (17/9/2023) diikuti langsung oleh 40 perguruan silat. 

Kejuaraan ini merupakan bagian dari upaya Astrabi untuk tetap terus menjaga agar pencak silat yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh badan dunia PBB, Unesco," kata Ketua Astrabi Jakarta Utara, Babe Ahyad. 

Babe Ahyad mengungkapkan, kejuaraan tahunan Pencak Silat Betawi yang bertemakan "Road to Merah Putih" ini Alhamdulillah dapat kembali terselenggara di tahun yang ke 4 ini. 

Diungkapkan Babe Ahyad, dengan pagelaran kejuaraan Pencak Silat Betawi ini tentu tidak hanya sekedar memberikan tampilan dari para peserta, namun ini juga merupakan upaya kontribusi guna menjaga salah satu warisan budaya yang dimiliki Bangsa Indonesia.

Dan sampai hari ini, Astrabi berupaya terus memajukan silat tradisi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak lain termasuk pemerintah daerah, swasta dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) sebagai induk olahraga pencak silat.

"Kami ingin silat lebih mendunia. Untuk itu kami sedang merumuskan ke arah prestasi dan kita bergandeng tangan dengan IPSI dan Pemerintah Provinsi DKI," tutur Babe Ahyad.

Sanggar Sin Lam Ba Batavia, merupakan salah satu perguruan silat yang juga ikut meramaikan kejuaraan pencak silat tahunan bertemakan "Road to Merah Putih".

Perguruan silat Sanggar Sin Lam Ba Batavia, yang berpusat di Pulo Besar 1, Sunter Jaya, Jakarta Utara pimpinan Babe Achmad Muklis, yang telah memiliki cabang di Gunung Sahari Selatan, Kemayoran Jakarta Pusat, yang diketuai Bang Anca, dan Pembina H Eman, telah menghasilkan regenerasinya, telah memiliki puluhan anak didik diantaranya baik yang dewasa maupun anak-anak.

Dalam kejuaraan ini Sanggar Sin Lam Ba Batavia menurunkan 6 anak didiknya, yakni Cika, Nabila (sebagai peserta atlit ganda), Suci, Ara, iput (sebagai peserta atlit berkelompok) dan Shiva (sebagai peserta atlit tunggal). 

“Saya bangga apa yang dilakukan Astrabi dengan menggelar kejuaraan ini, karena melalui kejuaraan ini para pesilat tradisi bisa tampil lebih baik dengan jurus dan pukulan yang lebih lebih mantap," tutur Babe Achmad Muklis.

Astrabi memiliki kepengurusan koordinator wilayah pada lima wilayah kota Jakarta dan Kepulauan Seribu serta Korwil Bekasi, Depok, Bogor dan Tangerang.

Kemudian, Korwil Internasional di Kota Antofagasta, Chili, Amerika Selatan serta segera dibentuk kepengurusan di Spanyol dan kota lain di Chili.

Astrabi juga tersebar pada 44 kecamatan, 267 kelurahan, 6.000 Rukun Warga (RW) dan sekitar 30.000 Rukun Tetangga (RT) di DKI Jakarta.

Acara dihadiri oleh Walikota Jakarta Utara, Dr. Ali Maulana Hakim, S.IP, Ketua Umum Astrabi Yusron Sjarif, Ketua IPSI Jakarta Utara, Indra Darmawan, Ketua Astrabi Jakarta Utara, Babe Ahyad Albatawi serta masih banyak lagi para tokoh maupun jawara khususnya para pecinta silat Betawi.  Serta di didukung oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara, Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara, dan Smartfren.(*𝙰𝙡𝙢) 

IPSI Jakut#Silat #Media Budaya Indonesia#

Komentar

0 Komentar