Menlu Sugiono: Palestina Sudah Paham Peran Indonesia di Misi Perdamaian Gaza
- Redaksi
- Sabtu, 21 Februari 2026 15:16
- 20 Lihat
- Nasional
Washington DC, Media Budaya Indonesia. Com - Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan bahwa Palestina telah mengetahui keterlibatan Indonesia dalam International Stabilization Force (ISF), yakni operasi militer gabungan lintas negara yang bertujuan menstabilkan lingkungan sipil di Gaza.
Menurutnya, informasi tersebut telah diketahui setelah Ketua National Committee for Administration of Gaza (NCAG) Ali Shaath menghadiri rapat perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) pada Rabu (19/2) waktu setempat. Dengan demikian, Palestina tidak hanya mengetahui partisipasi Indonesia, tetapi juga memahami rencana dan mandat ISF selama bertugas di Gaza.
“Palestina sudah hadir di sana, sudah mengetahui dan memahami,” ujar Sugiono, Jumat (20/2) waktu setempat.
Ia menambahkan bahwa Palestina juga telah memahami maksud dan tujuan Indonesia dalam mengirimkan pasukan ke Gaza. Sugiono menegaskan Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun operasi militer ofensif, melainkan fokus pada menjaga stabilitas sipil dan mendukung upaya kemanusiaan.
“Kami juga telah menyampaikan national caveat kami, jadi semuanya sudah terlihat,” katanya.
Sugiono melanjutkan bahwa misi Indonesia di ISF selaras dengan kepentingan Palestina. Dalam pertemuan Board of Peace, Shaath disebut menyampaikan bahwa Palestina membutuhkan situasi yang aman dan stabil sebagai prasyarat pemulihan dan proses perdamaian di Gaza.
“Langkah pertama dari rencana komprehensif ini adalah ceasefire atau gencatan senjata. Setelah itu, diciptakan suasana yang aman dan stabil, baru tahapan-tahapan berikutnya dapat dijalankan. Dan itu juga kemarin sudah disampaikan,” tuturnya.
Sebelumnya, dalam pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC pada Rabu (19/2), Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers menyampaikan telah menawarkan posisi wakil komandan kepada Indonesia dan menyatakan bahwa Indonesia menerima tawaran tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto mengonfirmasi hal itu dan berkomitmen menurunkan hingga 8.000 personel terbaik Indonesia untuk mendukung proses perdamaian berkelanjutan di Gaza.
(***)